Siswa-Siswi SMAN 11 Maros Baru

Salah satu Siswa-Siswi SMAN 11 Maros Baru dengan background Lapangan Upacara dan Ruang Kegiatan Belajar

Manajemen SMAN 11 Maros Baru

Amal Palinrungi, S.Pd. (Kesiswaan), Dayawi, S.Pd. (Sarana Prasarana), A. Abd. waris, S.Si. (Humas), Drs. H.M. Arifin Ali, M.Hum. (Kepsek), ILyas Habe, S.Pd. (Kesiswaan) dan Basir, S.Sos. (KTU)

Peserta Pendidikan Karakter

Siswa-Siswi bersama Kepala SMAN 11 Maros Baru pada saat mengikuti Pendidikan karakter di SMAN 1 Maros

Pemateri Pendidikan Karakter

Drs. H.M. Arifin Ali, M.Hum (Kepala SMAN 11 Maros) dan Drs. H.Mashudung, M.M. (Pengawas) sebagai Moderator dan Pemateri Pendidikan Karakter di SMAN 1 Maros

Paskibra SMAN 11 Maros Baru

Anggota Paskibra SMAN 11 Maros Baru di Bumi Perkemahan Bantimurung

Tampilkan postingan dengan label Hot News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hot News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2012

PORAKES

Salah Satu Kontingen PORAKES SMAN 11 Maros Baru Kelas XI IPA1 (24-29/12/2012) foto-foto bisa dilihat lengkap pada Grup SMA NEGERI 11 MAROS BARU di Sini

Perkemahan "Ambalan Sultan Hasanuddin"

Salah Satu Kegiatan Perkemahan "Ambalan Sultan Hasanuddin" 21 s.d. 23 Desember 2012 di Halaman Upacara SMAN 11 Maros Baru untuk Foto-Foto Kegiatan Perkemahan dapat di lihat di Grup SMA NEGERI 11 MAROS BARU di sini

Jumat, 21 Desember 2012

BKM 2012

Siswa (i) Penerima BKM Juli s.d. Desember 2012 SMA NEGERI 11 Maros Baru di Bank Sulselbar Cab. Maros (Jum'at, 21/12/2012)

Rabu, 19 Desember 2012

Informasi : BKM Juli s.d. Desember 2012

Informasi 

Bagi Siswa (i) SMAN 11 Maros Baru Penerima Beasiswa Khusus Miskin (BKM) Periode Juli s.d. Desember 2012, sebagaimana namanya tercantum di bawah ini. 

Diharapkan agar berkumpul besok Kamis, 20 Desember 2012 setelah pelaksanaan Ujian Semester, menemui Pengelola BKM SMAN 11 Maros Baru (Abdul Razak, S.E.,M.Si) untuk menandatangani bukti penerimaan BKM Juli s.d. Desember 2012 dengan membawa :
  • FC Kartu Siswa, 3 (tiga) lembar
  • FC Buku Rekening Bank, 3 (tiga) lembar
  • FC dan SKTM, 3 (tiga) lembar
Adapun nama-nama Penerima BKM Periode Juli s.d. Desember 2012 sebagai berikut :

Abdul Rahman, Jumniah, Muhammad Jamil, Muliati, Musdalifa, A. Nurhidayat, Indah Isnawati, Muh. Takdir,Nirma Ningsih, Nurjannah, Muh. Niswar, Haerunnisa, Ahmad Said, Zulfahri, Nurlinda S., Reskianti, Rismawati, Suhardi, Suriani, Fajri Alamsyah, Muh. Rizal Syam, Muh. Saldi, A. Ilham, Ismawati, Erni, Nur Hasanah, Kamalia, Nur Amaliah, Muh. Rais, Fatima, Lisda, Hasmiah, Kasmawati, Muh. Adam, Mutmainnah, M. Ardi M., Diana, Abd. Rahim, Muh. Rusdi, A. Aryadi.

Demikian disampaikan untuk diperhatikan.

Pengelola BKM

Abdul Razak, S.E.,M.Si.  
 

   

Kamis, 13 Desember 2012

Rapat Pembentukan Panitia Ujian Semester

Pengarahan Ka. SMAN 11 Maros Baru didampingi Wakasek Kurikum pada Rapat Pembentukan Panitia Ujian Semester TP 2012/2013 di Hadiri Oleh Ka. UPTD Pendidikan Kec.Maros Baru       

Senin, 24 September 2012

BSM Maros

Siswa (i) SMAN 11 Maros Penerima BSM Maros, Antri di Bank Sul-Sel

BSM MAROS

Siswa (i) SMAN 11 Maros Penerima BSM Maros, Antri di Bank Sul-Sel

Rabu, 27 Juni 2012

Mengapa UN Masih Dilaksanakan?

Pro dan kontra seputar pelaksanaan ujian nasional seakan tak pernah berhenti. Setiap tahunnya, pelaksanaan ujian penentu kelulusan siswa itu selalu menuai kritik. Akan tetapi, tetap berjalan dengan format yang sama. Desakan agar pelaksanaan ujian nasional (UN) dievaluasi pun terus didengungkan oleh pengamat pendidikan maupun anggota DPR, khususnya komisi yang membidangi pendidikan, Komisi X.
Anggota Komisi X DPR, Dedi Gumelar alias Mi'ing mengatakan, pelaksanaan UN menyalahi aturan. Khususnya, UN yang ditetapkan kepada siswa di jenjang SD. Menurutnya, UN untuk siswa SD tidak sejalan dengan misi pemerintah menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun.
"UN SD menyalahi aturan. Kalau ada siswa yang tidak lulus maka tak bisa lanjut ke SMP. Ini masalah, karena berbenturan dengan semangat wajib belajar sembilan tahun," kata Mi'ing, dalam audiensi yang digelar DPR bersama Gerakan Indonesia Menggugat, Rabu (27/6/2012), di Gedung DPR, Jakarta.
Alasan tersebut diperkuat oleh Anggota Komisi X DPR lainnya, Rohmani. Nenurut Rohmani, filosofi UN sebagai alat untuk pemetaan dan meningkatkan mutu pendidikan tak akan berjalan efektif. Pasalnya, pemetaan selamanya tak akan berjalan maksimal jika dilaksanakan setiap tahun dan menggunakan sample 100 persen peserta didik.
"Pemetaan dan peningkatan mutu UN itu berbeda, malah tidak tercapai kedua-duanya karena masih terjadi kecurangan. Saya pikir juga tidak perlu setiap tahun, karena boros dan pemetaan tak akan efektif," ucapnya.
Rohmani mengungkapkan, mayoritas anggota di komisinya menolak pelaksanaan UN. Akan tetapi, pihak yang menolak selalu kalah suara dengan pihak yang mendukung.
"Saya pikir semuanya menolak, tapi kita selalu kalah saat putusan ditentukan melalui polling," ungkapnya.

Di saat bersamaan, Ketua Gerakan Indonesia Menggugat (GIM), Iwan Pranoto banyak memaparkan kritiknya mengenai UN di hadapan Komisi X. Baginya, pelaksanaan UN berjalan tidak adil dan hanya mendorong peserta didik pada metoda pembelajaran yang kuno serta membangun budaya belajar dengan penuh keterpaksaan.
"Tidak adil untuk anak-anak yang di pelosok. Jika mereka tidak lulus, apa kita mau menyalahkan mereka? Bagaimana dengan semangat belajarnya, semua dilakukan karena terpaksa," ujar Iwan.

Selasa, 26 Juni 2012

Gaji Guru Sedot 60 Persen Anggaran Pendidikan 2013


Pemerintah dan DPR sudah mulai membahas postur anggaran pendidikan 2013. Dalam pembahasan ini terungkap jika 60 persen dari seluruh anggaran pendidikan itu tersedot untuk gaji guru.

Dalam pembahasan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Komisi X DPR kemarin (25/6) disebutkan jika pagu indikatif APBN 2013 berjumlah Rp 1.568,662 triliun. Dari seluruh anggaran tersebut, pagu untuk anggaran pendidikan adalah Rp 316,598 triliun (20,12 perse). Nilai ini naik ketimbang tahun lalu yang dipatok Rp 289,957 triliun.

Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, dari seluruh anggaran pendidikan tersebut, yang dikelola oleh Kemendikbud sebanyak Rp 65,650 triliun. Nilai ini naik dibandingkan tahun lalu yang ditentukan sebesar Rp 64,350 triliun.

Sementara itu, anggaran pendidikan 2013 yang ditransfer ke daerah mencapai Rp 210,118 triliun. Angka ini naik dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 186,439 triliun. Dana transfer daerah ini beraneka macam bentuknya. Seperti dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), dana bantuan operasional sekolah (BOS), dan dana otonomi khusus (otsus).

Nuh menjelaskan, dari pembagian dana tersebut lantas ditemukan jika anggaran untuk gaji guru mendominasi. Tahun depan sebanyak 60 persen dari seluruh pagu anggaran pendidikan habis untuk gaji guru. "Anggaran guru yang paling besar dikucurkan melalui transfer daerah," katanya. Artinya anggaran tersebut tidak transit dulu di rekening Kemendikbud.

Anggaran gaji guru yang paling besar terdapat dalam pos penganggaran DAU yang mencapai Rp 125,241 triliun. Selanjutnya anggaran gaji guru ini juga tersedot dari penganggaran tunjangan profesi guru (TPG) yang tahun depan ditentukan Rp 43,057 triliun.

Pengeluaran untuk TPG paling banyak dikucurkan di provinsi Jatim yaitu sebesar Rp 6,887 triliun untuk 193.884 guru. Kemudian disusul Jateng Rp 6,195 triliun (174.359 guru) dan Jabar Rp 5,975 triliun (168.156 guru). Selain itu TPG di Bali sebesar Rp 961,5 miliar (27.059 guru) dan DIY sebanyak Rp 974,2 miliar (27.421 orang)
.

"Anggaran untuk TPG 2013 memang naik drastis dibandikan anggaran TPG 2012," papar Nuh. Dia menyatakan, tahun 2012 anggaran TPG dipatok Rp 30,559 triliun. Nuh menegaskan, meskipun tahun depan anggaran TPG naik bukan berarti nominal yang diterima guru bakal ikut naik.

Dia menyatakan pengucuran TPG untuk guru PNS tetap sebesar gaji pokok yang mereka terima per bulan. Jika dirata-rata setiap guru PNS akan menerima TPG sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per bulan. Sedangkan untuk guru non PNS menerima TPG sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Mantan rektor ITS itu mengatakan nominal TPG 2013 naik karena jumlah guru bersertifikat juga bertambah sekitar 250 ribu orang.

Untuk pengucurannya TPG 2013, Nuh mengatakan bisa menerapkan formula baru. Ini mengingat pengucuran TPG tahun ini banyak dikeluhkan karena terjadi keterlambatan di sejumlah daerah. Penetapan formula baru pengucuran TPG menunggu evaluasi pengucuran 2012. Bisa saja nanti uang ditransfer dari pusat ke pemprov lalu ke guru. Atau juga bisa dari pemerintah pusat langsung ke guru.

Anggaran untuk pendidik kian membengkak karena pemerintah mengalokasikan Rp 2,412 triliun untuk dana tambahan penghasilan guru PNS daerah (PNSD). Pemerintah menetapkan dana tambahan ini sebesar Rp 250 ribu per orang per bulan.
.

Provinsi yang paling banyak menerima dana tambahan penghasilan guru PNSD adalah Jateng dengan 226,9 miliar untuk 75.635 guru. Disusul Jatim sebesar Rp 210,7 miliar (70.219 guru), Jabar Rp 190,8 miliar (63.603 guru), dan Sumatera Utara Rp 173,1 miliar (57.698 orang).

Nuh menuturkan, dominasi anggaran untuk gaji guru ini memang menimbulkan polemik. Apalagi jika dibenturkan dengan kenyataan kualitas guru yang masih belum meningkat secara siginifikan. Untuk itu, dia menegaskan pemerintah pusat akan terus mengevaluasi secara ketat kinerja dan kualitas guru daerah
.

"Sistem pendidikan kita itu pendidikan nasional. Bukan pendidikan daerah," tegas dia. Dengan demikian meskipun guru adalah PNS yang diangkat daerah pemerintah pusat tetap bisa mengintervensi perbaikan kualitas mereka. Nuh mengatakan, pemda tidak boleh seenaknya saja menerima anggaran untuk gaji guru dari pemerintah pusat, tetapi tidak mau menerima intervensi pemerintah pusat.

Diantara intervensi ini adalah, pemberlakukan ujian kompetensi awal (UKA) bagi guru calon peserta sertifikasi. UKA ini sudah mulai diterapkan untuk calon peserta sertifikasi guru tahun ini. Cara lainnya adalah, pemetaan kualitas guru bersertifikat melalui ujian kompetensi ulangan. Ujian kompentensi ulangan untuk pertamakalinya bakal digelar pekan depan.

Selasa, 12 Juni 2012

Kemdikbud Akan Periksa Kehadiran Guru

Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh (Mendiknas)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan memeriksa absensi guru-guru penerima tunjangan profesi. Hal itu dilakukan untuk mengetahui korelasi antara kesejahteraan dengan kualitas kinerja pada seluruh guru. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh mengatakan, absensi guru merupakan indikator termudah untuk mengetahui korelasi apakah tunjangan profesi dapat meningkatkan kinerja yang telah disertifikasi.
Selain itu, mantan Rektor ITS Surabaya ini juga mengakui hal ini perlu dilakukan karena banyak pihak termasuk anggota dewan yang meragukan adanya korelasi antara tunjangan profesi dengan peningkatan kinerja para guru. "Nantinya bisa dilihat absensi dari sekolah, kepala sekolah, atau kalau perlu dari para murid," ucapnya di Jakarta, Rabu (6/6/2012).
Ditegaskan Nuh, evaluasi kinerja guru tersertifikasi harus dilakukan menyusul telah dijaminnya kesejahteraan hidup para guru tersertifikasi. Selain absensi, Kemdikbud juga akan melihat berapa banyak modul atau bahan ajar yang sudah dihasilkan oleh masing-masing guru, serta inisiatif para guru dalam melakukan pendampingan pada siswa yang memiliki nilai rendah. "Yang jelas, pelaksanaan dan hasilnya akan kita umumkan tahun ini. Jika hasilnya tidak memuaskan, maka bisa dicabut tunjangan profesinya," pungkasnya.
Seperti diberitakan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP dan PMP) Kemendikbud, Syawal Gultom mengatakan, jumlah guru yang akan diuji ulang tahun ini mencapai 1.020.000 guru. Selain melihat absensi, maka kementerian akan mengevaluasi penguasaan materi ajar dan pedagogisnya. Sampai saat ini, pihaknya masih mengurus hal-hal teknis seperti pembuatan soal serta klarifikasi data.
Dia menjelaskan, evaluasi ini dilakukan untuk memetakan guru tersertifikasi yang kompeten. Bagi yang dinilai belum kompeten akan dilakukan pembinaan kembali. Namun apabila pembinaan itu tidak juga menghasilkan peningkatan kinerja, maka pada nantinya akan berpengaruh pada pencabutan hak menerima tunjangan profesi dan penurunan pangkat. 


Senin, 04 Juni 2012

Penerimaan Siswa Baru


SMA NEGERI 11 MAROS BARU
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

MENERIMA SISWA-SISWI BARU

  • Pengambilan dan pengembalian formulir mulai Tanggal 04 s.d. 14 Juni 2012
  • Lampiran Formulir : a) Pas Foto Ukuran 3 x 4 CM sebanyak 4 (empat) lembar. b) Foto copy Ijazah 1 (satu) lembar yang telah dilegalisir. c) Surat Keterangan Lulus Ujian dilengkapi jumlah nilai.  
  • Tes tertulis dilaksanakan pada Tanggal 15 dan 16 Juni 2012
  • Pengumuman yang dinyatakan lulus test Tanggal 20 Juni 2012
  • Pendaftaran Ulang mulai tanggal 21 s.d. 23 Juni 2012
  • Wawancara bagi yang lulus Tanggal 18 s.d. 23 Juni 2012
  • Pra MOS / MOS mulai Tanggal 25 s.d. 30 Juni 2012.
 
Panitia PSB
 
Ilyas Habe, S.Pd
 

Penerimaan Siswa Baru

Rabu, 30 Mei 2012

Lebih Dari Satu Juta Guru Akan Dites Ulang

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/02/1524443620X310.JPG

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan tes ulang kepada lebih dari satu juta guru yang sudah tersertifikasi dan mendapat tunjangan profesi.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP dan PMP) Kemdikbud, Syawal Gultom mengatakan, sebanyak 1.020.000 guru itu akan dites ulang sebagai konsekuensi dari peningkatan kualitas mengajarnya setelah mendapat pendapatan tambahan dari tunjangan profesi.
"Bagaimana perancangan dan pembelajarannya. Dengan tes ulang ini kita bisa yakin apakah kualitas guru itu naik atau tidak," kata Syawal di gedung Kemendikbud, Rabu (30/5/2012).
Ia menjelaskan, tes ulang yang akan digelar ini berbeda dengan uji kompetensi awal (UKA). Dalam uji kompetensi guru berjuang untuk mendapatkan kursi pelatihan dan mendapat sertifikasi. Sedangkan di tes ulangan ini Kemdikbud hanya akan mengevaluasi penguasan materi ajar dan pedagogisnya.
"Berbeda dengan UKA, ujian ini hanya untuk mengevaluasi," ujarnya.
Namun begitu, kata dia, sampai saat ini belum dapat ditetapkan kapan ujian ulangan ini akan dilaksanakan. Pasalnya, Kemdikbud masih terus mengurus hal-hal teknis seperti pembuatan soal serta verifikasi data pesertanya.
Proses ujiannya sendiri, lanjut Syawal, dapat dilakukan secara online dan offline. Untuk yang online maka soal akan dibuat secara acak melalui komputer namun hasil ujiannya dapat diketahui langsung setelah ujian berakhir.
Namun bagi daerah yang belum mempunyai fasilitas maka akan dilakukan tes secara tertulis.
"Yang pasti digelar tahun ini, karena ujian ini dilakukan untuk pemetaan guru yang berkompeten dan belum," ungkapnya. 

Selasa, 29 Mei 2012

LKD NUPTK

http://www.pustakasekolah.com/wp-content/uploads/2012/05/Cara-Mendapatkan-NUPTK.png

INFORMASI


Disampaikan kepada Para Guru dan PAS SMAN 11 MAROS BARU, bahwa pengisian Lembar Koreksi Data (LKD) NUPTK guna Updating NUPTK.  Copy-an LDK tersebut dapat diperoleh pada Saudara : 

Amal Palinrungi, S.Pd. 

atau dapat mendownload Form LDK NUPTK Kosong di link berikut :
dan bagi Para Pendidik atau Tenaga Kependidikan yang belum mengetahui informasi mengenai Nomor Registrasi Guru (NRG) dapat memperolehnya di link website berikut :
Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Maros, 29 Mei 2012


Ttd 
Admin

Sabtu, 26 Mei 2012

Tahun Depan, Soal Ujian Nasional Dibuat dalam 20 Variasi

http://images.tempo.co/?id=114761&width=475
Muhammad Nuh (Mendiknas RI)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh mengatakan pada ujian nasional (UN) tahun 2013 pihaknya akan mengeluarkan kebijakan baru, yakni membuat soal UN dalam 20 jenis soal. “Sehingga (siswa) satu kelas makin susah menyontek karena tak ada soal yang sama,” kata M. Nuh setelah menghadiri pertemuan dengan Presiden SBY di Yogyakarta, Sabtu 26 Mei 2012.

Menurut Nuh, tingkat kelulusan UN memang meningkat dan kejadian menyontek terus turun. “Tapi, untuk meningkatkan proses kejujuran siswa dalam mengerjakan soal, harus terus dilakukan pembenahan.”

Prof Djoko Suryo, pengamat pendidikan dan kebudayaan dari UGM, menilai, semakin banyak variasi soal, akan semakin meredam aksi penjual bocoran soal. Namun perubahan dari 5 variasi soal menjadi 20 varian memerlukan kajian tersendiri agar tidak menjadi beban negatif aspek lainnya.

Pemerintah juga harus memperbaiki kinerja panitia pembuat soal, mengingat selama ini masih banyak soal yang salah ketika dibagikan ke peserta ujian. “Jumlah tenaga pembuat soal harus ditambah, dan ini menyangkut biaya lebih besar,” kata dia.

Tahun ini angka kelulusan siswa tingkat sekolah menengah atas dan madrasah aliyah mencapai 99,5 persen dari 1,52 juta peserta UN. Adapun tingkat kelulusan siswa sekolah menengah kejuruan mencapai 99,7 persen dari 1,03 juta peserta UN. Tahun ini tingkat ketidaklulusan lebih rendah dibanding tahun lalu, yang mencapai 7,19 persen atau 67.935 siswa tidak lulus.

Menteri Nuh mengaku senang ada dinamika yang berjalan dengan baik dalam dunia pendidikan jika melihat perkembangan hasil UN dari tahun ke tahun. Dinamika itu, misalnya, dapat dilihat dari kenyataan bahwa dua tahun lalu hasil terbaik UN berturut-turut dipegang oleh Provinsi Bali, tapi sekarang yang terbaik dipegang oleh Provinsi Jawa Timur.

Kemarin pengumuman kelulusan dirayakan para siswa dengan berbagai cara. Di SMA Negeri 3 Lumajang, misalnya, mereka membagi-bagikan beras kepada tukang becak yang melewati sekolah. Aksi tersebut sebagai wujud rasa syukur atas kelulusan siswa SMA Negeri 3 yang mencapai 100 persen.

Di Kediri, para siswa SMA Negeri 7 mengumpulkan seragam, digalang oleh para suporter kesebelasan AC Milan. Para suporter itu sengaja meminta seragam para siswa yang lulus untuk kemudian disumbangkan kepada yang membutuhkan. “Ide ini menarik untuk mencegah aksi coret-coret yang biasa dilakukan para siswa,” kata Kepala Sekolah Halimi Mahfudz.

Jumat, 25 Mei 2012

Pengumuman UN 2012 SMAN 11 Maros Baru


Daftar peserta UN yang dinyatakan LULUS berdasarkan Daftar kolektif hasil UN Dinas Pendidikan Prov Sul-Sel Kamis 24/05/2012 sebagai berikut :
  • 3-12-19-04-038-001-8
  • 3-12-19-04-038-002-7
  • 3-12-19-04-038-003-6
  • 3-12-19-04-038-004-5
  • 3-12-19-04-038-005-4
  • 3-12-19-04-038-006-3
  • 3-12-19-04-038-007-2
  • 3-12-19-04-038-008-9
  • 3-12-19-04-038-009-8
  • 3-12-19-04-038-010-7
  • 3-12-19-04-038-011-6
  • 3-12-19-04-038-012-5
  • 3-12-19-04-038-013-4
  • 3-12-19-04-038-014-3
  • 3-12-19-04-038-015-2
  • 3-12-19-04-038-016-9
  • 3-12-19-04-038-017-8
  • 3-12-19-04-038-018-7
  • 3-12-19-04-038-019-6
  • 3-12-19-04-038-020-5
  • 3-12-19-04-038-021-4
  • 3-12-19-04-038-022-3
  • 3-12-19-04-038-023-2
  • 3-12-19-04-038-024-9
  • 3-12-19-04-038-025-8
  • 3-12-19-04-038-026-7
  • 3-12-19-04-038-027-6
  • 3-12-19-04-038-028-5
  • 3-12-19-04-038-029-4
  • 3-12-19-04-038-030-3
  • 3-12-19-04-038-031-2
  • 3-12-19-04-038-032-9
  • 3-12-19-04-038-033-8
  • 3-12-19-04-038-034-7
  • 3-12-19-04-038-035-6
  • 3-12-19-04-038-036-5
  • 3-12-19-04-038-037-4
  • 3-12-19-04-038-038-3
  • 3-12-19-04-038-040-9
  • 3-12-19-04-038-041-8
  • 3-12-19-04-038-042-7
  • 3-12-19-04-038-043-6
  • 3-12-19-04-038-044-5
  • 3-12-19-04-038-045-4
  • 3-12-19-04-038-046-3
  • 3-12-19-04-038-047-2
  • 3-12-19-04-038-048-9
  • 3-12-19-04-038-049-8
  • 3-12-19-04-038-050-7
  • 3-12-19-04-038-051-6
  • 3-12-19-04-038-052-5
  • 3-12-19-04-038-053-4
  • 3-12-19-04-038-054-3
  • 3-12-19-04-038-055-2
  • 3-12-19-04-038-056-9
  • 3-12-19-04-038-057-8
  • 3-12-19-04-038-058-7
  • 3-12-19-04-038-059-6
  • 3-12-19-04-038-061-4
  • 3-12-19-04-038-062-3
  • 3-12-19-04-038-063-2
  • 3-12-19-04-038-064-9
  • 3-12-19-04-038-065-8
  • 3-12-19-04-038-066-7
  • 3-12-19-04-038-067-6
  • 3-12-19-04-038-068-5
  • 3-12-19-04-038-069-4
  • 3-12-19-04-038-070-3
  • 3-12-19-04-038-071-2
Maros, 26 Mei 2012
 
TTD
 
Panitia UN/USSMAN 11 Maros Baru
 
"Selamat dan Sukses Buat Siswa (i) SMAN 11 Maros Baru yang LULUS, Bagi Siswa (i) yang belum LULUS semoga ini merupakan cambuk dan merupakan SUKSES tertunda untuk sukses yang gemilang di masa depan".

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites